Lompat ke isi utama

Skala dalam Arsitektur

Skala dalam Arsitektur

Ketinggian Burj Khalifa
BurjKhalifaHeight.svg: *BurjDubaiHeight.svg: Karya turunan Rama: Astronaut (bicara) Karya turunan: WelcometoJurassicPark (bicara), Skala dan gambar dari https://commons.wikimedia.org/wiki/File:BurjKhalifaHeight.svg dan http://www.skyscrapercenter.com Semua hak dilindungi undang-undang. [CC BY-SA 3.0]

Arsitek adalah orang yang merancang bangunan atau struktur lainnya. Arsitek perlu menggambar cetak biru atau gambar yang diperkecil untuk merancang struktur yang sesuai dalam ukuran, tinggi, dsb. Dapatkah Anda bayangkan jika Anda hanya memiliki sebidang tanah kecil untuk membangun sebuah gedung, namun ternyata tidak muat? Terutama di daerah yang terbatas jumlah ruang yang dapat digunakan seperti kota-kota yang padat penduduk. Arsitek menyesuaikan cetak biru mereka dengan ukuran tertentu sehingga mereka benar-benar memahami berapa banyak material yang mereka butuhkan sekaligus memastikan semuanya akan pas dengan benar.

Ada banyak arsitek terkenal sepanjang sejarah. Beberapa bangunan terkenal termasuk Parthenon di Athena, Yunani, dan Burj Khalifa di Dubai, yang telah menjadi gedung tertinggi di dunia sejak tahun 2009 dengan ketinggian total 829,8 m. Namun, Menara Jeddah di Arab Saudi yang dijadwalkan dibuka pada tahun 2020 akan menjadi gedung pencakar langit tertinggi di dunia. Perencanaan dan perhitungan yang rumit diperlukan agar struktur yang besar dan kompleks tersebut dapat dibangun dengan baik.

Skala struktur dalam bentuk cetak biru dan sketsa tidak hanya memungkinkan perancang untuk merencanakannya dengan tepat. Skala juga memungkinkan struktur dan bangunan untuk dibandingkan satu sama lain. Gambar di atas memerlukan skala untuk membandingkan ukuran relatif struktur yang bersebelahan satu sama lain. Setiap ukuran sebenarnya 100 m diwakili oleh sekitar 10 mm pada gambar. Anda dapat melihat rasio ukuran gambar/ukuran sebenarnya sebagai 10 mm/100 m.