Langsung ke konten utama
Portal Guru

Menerapkan VEX GO

Koneksi ke VEX GO

Menerapkan VEX GO

VEX GO Kits adalah cara yang bagus untuk mengeksplorasi konsep pengkodean dan pemecahan masalah. Sebagai contoh, di Laboratorium pertama Unit Pekerjaan Robot, siswa diperkenalkan dengan cara-cara robot melakukan pekerjaan kotor, membosankan, atau berbahaya di tempat kerja. Mereka akan membangun robot Code Base yang akan digunakan untuk mensimulasikan tugas-tugas di tempat kerja bagi robot.

Di Lab 1, siswa juga mempelajari cara menghubungkan robot Code Base mereka secara nirkabel. Mereka kemudian akan membuat dan memulai proyek dengan perangkat lunak VEXcode GO dan robot Code Base. Di Lab 2 dan 3, siswa belajar cara memprogram robot Code Base untuk bergerak dan berbelok menggunakan blok Drivetrain dari lingkungan pemrograman VEXcode GO.

Di Lab 4, siswa bekerja dalam kelompok untuk memilih skenario pekerjaan yang kotor, membosankan, atau berbahaya untuk robot Code Base mereka. Mereka kemudian akan merencanakan, membuat, dan memulai proyek VEXcode GO yang menginstruksikan robot mereka untuk menyelesaikan suatu tugas.

Unit Tugas Robot adalah cara yang bagus untuk melatih keterampilan penalaran spasial. Sepanjang unit ini, siswa akan menggunakan VEXcode GO untuk mengarahkan robot mereka melalui berbagai tugas saat mereka menyelesaikan tantangan pengkodean. Siswa akan menggunakan keterampilan penalaran spasial untuk memetakan secara mental bagaimana robot harus bergerak melewati tantangan dalam Unit ini. Siswa perlu menggunakan kata-kata penunjuk arah saat menggunakan perintah Drivetrain (misalnya belok kanan 90 derajat) untuk merencanakan proyek mereka bersama teman sekelas. Siswa juga didorong untuk menggunakan isyarat saat berkomunikasi dengan kelompok dan guru mereka. Dengan cara ini, siswa dapat mengembangkan keterampilan penalaran spasial mereka melalui tantangan pemrograman.

Dengan menyelesaikan Unit Lab STEM Robot Jobs GO, siswa memperoleh pengalaman belajar yang nyata dan otentik tentang konsep pengkodean dan pemecahan masalah melalui pembuatan interaktif menggunakan Kit VEX GO dan aktivitas pendampingnya.

Mengajar Pemrograman

Sepanjang Unit ini, siswa akan terlibat dengan berbagai konsep pengkodean seperti dekomposisi dan pengurutan. Praktikum dalam unit ini akan mengikuti format yang serupa:

  • Melibatkan:
    • Para guru akan membantu siswa untuk menghubungkan secara pribadi konsep-konsep yang akan diajarkan di Lab.
    • Para siswa akan menyelesaikan pembangunan tersebut.
  • Bermain:
    • Instruksi: Guru akan memperkenalkan tantangan pengkodean. Pastikan siswa memahami tujuan dari tantangan tersebut.
    • Model : Guru akan memperkenalkan perintah-perintah yang akan digunakan dalam pembuatan proyek mereka untuk menyelesaikan tantangan. Peragakan perintah-perintah tersebut dengan memproyeksikan VEXcode GO atau dengan menunjukkan representasi fisik dari blok-blok tersebut. Untuk praktikum yang menyertakan pseudocode, berikan contoh kepada siswa tentang cara merencanakan dan menguraikan tujuan proyek mereka.
    • Memfasilitasi: Guru akan diberikan arahan untuk melibatkan siswa dalam diskusi tentang apa tujuan proyek mereka, penalaran spasial yang terlibat dalam tantangan tersebut, dan bagaimana mengatasi hasil yang tidak terduga dari proyek mereka. Diskusi ini juga akan memverifikasi bahwa siswa memahami tujuan tantangan dan cara menggunakan perintah dengan benar.
    • Pengingat: Guru akan mengingatkan siswa bahwa percobaan pertama mereka dalam menyelesaikan soal tidak akan benar atau berjalan dengan benar pada percobaan pertama. Doronglah siswa untuk melakukan beberapa kali pengulangan dan ingatkan mereka bahwa coba-coba adalah bagian dari proses pembelajaran.
    • Pertanyaan: Guru akan melibatkan siswa dalam diskusi yang akan menghubungkan konsep-konsep Lab dengan aplikasi dunia nyata. Beberapa contohnya bisa mencakup, “pernahkah Anda ingin menjadi seorang insinyur?” atau “di mana Anda pernah melihat robot dalam hidup Anda?”
  • Membagikan
    • Siswa memiliki kesempatan untuk mengkomunikasikan pembelajaran mereka dengan berbagai cara. Dengan menggunakan Choice Board, siswa akan diberikan "suara dan pilihan" tentang bagaimana mereka dapat menampilkan pembelajaran mereka dengan sebaik-baiknya.