Menerapkan VEX GO
Koneksi ke VEX GO
Unit Warga Digital melibatkan siswa dalam sebuah skenario yang memberikan latar belakang untuk mempelajari dan mempraktikkan konsep-konsep penting dalam kewarganegaraan dan literasi digital. Mereka berperan sebagai warga yang menghadapi lingkungan yang sangat panas sehingga rumah mereka hampir tidak layak huni. Krisis ini mengharuskan mereka untuk berkolaborasi dalam menyelesaikan masalah komunitas dengan menggunakan teknologi. Mereka akan melakukannya dengan membuat proyek VEXcode GO untuk robot mereka. Saat mengembangkan solusi-solusi ini, mereka akan diminta untuk memasukkan ide dan saran dari kelompok lain, sehingga memperoleh pengalaman langsung tentang bagaimana keragaman ide dapat membuat solusi terhadap masalah menjadi lebih kuat dan lebih tangguh.
Mereka juga akan diberi tugas untuk mempertimbangkan kebutuhan anggota komunitas dengan latar belakang, tingkat kemampuan, sudut pandang, dan disabilitas yang berbeda saat mereka berupaya mengembangkan solusi. Mereka akan merasakan bagaimana mempertimbangkan kebutuhan orang lain seringkali dapat membawa perbaikan bagi semua. Saat mereka berkolaborasi untuk memecahkan masalah komunitas mereka, mereka juga akan berlatih bekerja dengan tepat dan aman dengan teknologi, memastikan mereka tahu cara menjaga keamanan kata sandi dan memberikan kredit saat menggunakan karya dan ide orang lain. Pada saat yang sama, siswa akan dituntut untuk menggunakan kemampuan penalaran spasial mereka saat membangun dan membuat kode dengan VEX GO.
Di Lab 1, siswa akan diperkenalkan pada skenario di mana orang-orang tinggal di iklim gurun dan membutuhkan sel pendingin agar dapat bertahan hidup. Demi keselamatan, robot harus digunakan untuk mengangkut sel pendingin ke orang-orang yang membutuhkannya. Mereka akan berkolaborasi untuk membuat proyek VEXcode GO agar robot mereka dapat bergerak dari pabrik, mengambil sel pendingin di laboratorium, lalu membawa sel pendingin tersebut ke lingkungan sekitar. Setelah membangun dan menguji proyek mereka, kelompok mahasiswa akan saling berbagi hasil kerja dan menggabungkan ide-ide mereka untuk meningkatkan proyek agar sel pendingin dapat dikirimkan lebih cepat. Dengan melakukan hal tersebut, mereka akan berlatih meminta izin untuk menggunakan ide orang lain dan belajar untuk menyebutkan sumber ide tersebut dengan benar. Laboratorium ini memberi siswa kesempatan untuk merasakan bagaimana budaya komputasi inklusif menghasilkan solusi yang lebih kuat untuk berbagai masalah.
Di Lab 2, siswa akan memfokuskan perhatian mereka pada keamanan kata sandi. Sebagai operator robot, mereka perlu memiliki kata sandi unik untuk memasuki laboratorium tempat sel pendingin diproduksi. Mereka akan diberikan proyek VEXcode GO yang menyebabkan LED Bumper berkedip dengan pola merah dan hijau, yang merupakan "kata sandi default" untuk semua robot. Mereka pertama-tama akan mendekode pola tersebut, lalu memodifikasi proyek VEXcode sehingga robot mereka memiliki kata sandi aman sendiri. Ini memberikan kesempatan untuk membicarakan pentingnya menjaga kerahasiaan kata sandi.
Mengajar Pemrograman
Sepanjang Unit ini, siswa akan terlibat dengan berbagai konsep pengkodean seperti dekomposisi dan pengurutan. Praktikum dalam unit ini akan mengikuti format yang serupa:
- Melibatkan:
- Para guru akan membantu siswa untuk menghubungkan secara pribadi konsep-konsep yang akan diajarkan di Lab.
- Para siswa akan menyelesaikan pembangunan tersebut.
- Bermain:
- Instruksi: Guru akan memperkenalkan tantangan pengkodean. Pastikan siswa memahami tujuan dari tantangan tersebut.
- Model : Guru akan memperkenalkan perintah-perintah yang akan digunakan dalam pembuatan proyek mereka untuk menyelesaikan tantangan. Peragakan perintah-perintah tersebut dengan memproyeksikan VEXcode (GO/123) atau dengan menunjukkan secara fisik (representasi blok/kartu Coder). Untuk praktikum yang menyertakan pseudocode, berikan contoh kepada siswa tentang cara merencanakan dan menguraikan tujuan proyek mereka.
- Memfasilitasi: Guru akan diberikan arahan untuk melibatkan siswa dalam diskusi tentang apa tujuan proyek mereka, penalaran spasial yang terlibat dalam tantangan tersebut, dan bagaimana mengatasi hasil yang tidak terduga dari proyek mereka. Diskusi ini juga akan memverifikasi bahwa siswa memahami tujuan tantangan dan cara menggunakan perintah dengan benar.
- Pengingat: Guru akan mengingatkan siswa bahwa percobaan pertama mereka dalam menyelesaikan masalah tidak akan benar atau berjalan dengan baik pada percobaan pertama. Doronglah siswa untuk melakukan beberapa kali pengulangan dan ingatkan mereka bahwa coba-coba adalah bagian dari proses pembelajaran.
- Pertanyaan: Guru akan melibatkan siswa dalam diskusi yang akan menghubungkan konsep-konsep Lab dengan aplikasi dunia nyata. Beberapa contohnya bisa mencakup, “pernahkah Anda ingin menjadi seorang insinyur?” atau “di mana Anda pernah melihat robot dalam hidup Anda?”
- Bagikan: Siswa memiliki kesempatan untuk mengkomunikasikan pembelajaran mereka dengan berbagai cara. Dengan menggunakan Choice Board, siswa akan diberikan "suara dan pilihan" tentang bagaimana mereka dapat menampilkan pembelajaran mereka dengan sebaik-baiknya.